Showing posts with label Pengalaman. Show all posts
Showing posts with label Pengalaman. Show all posts

Friday, July 10, 2020

Tertarik Menjadi Quality Assurance? Ini Dia Kualifikasi yang Harus Dimiliki

Image : pixabay.com

Setelah mengetahui apa itu Quality Assurance (QA) beserta tanggungjawabnya, apa kalian tertarik untuk bekerja sebagai seorang Quality Assurance juga?

Bagi kamu yang menyukai bidang auditing, kamu bisa coba jenis pekerjaan yang satu ini. Masih dalam lingkup pekerjaan yang bertugas untuk melakukan pemeriksaan, banyak keuntungan yang bisa di dapat dari posisi ini lho.

Sudah tau tugasnya, tapi mau tahu apa kamu cocok dengan pekerjaan yang satu ini? Keterangan dibawah ini mungkin akan memberikan kamu beberapa gambaran.

Kualifikasi seorang Quality Assurance
Kualifikasi merupakan beberapa syarat penting yang harus dimiliki oleh seorang Quality Assurance untuk menjalankan tugasnya, apa saja syarat penting itu? Ini dia!

1. Memiliki kemampuan komunikasi yang baik.

Image: pexels.com

Syarat yang satu ini merupakan syarat wajib. Setiap melakukan pemeriksaan reguler pada unit bisnis, Quality Assurance tidak akan lepas dari sesi diskusi dan komunikasi dengan masing-masing PIC pada unit bisnis, dari level staff sampai level manager. Bagi kamu yang sedikit malas berbicara, harus membiasakan diri ya untuk muda berkomunikasi dengan orang baru. 

2. Memiliki kemampuan presentasi yang oke.

Image: pexels.com

Malu malu dalam melakukan presentasi? No, kamu gak boleh! Setiap Quality Assurance harus terbiasa melakukan presentasi. Presentasi seringkali dilakukan ketika melakukan training pada unit bisnis dalam menyampaikan proses kerja yang benar. Tidak hanya itu, setiap bulannya diakhir periode kunjungan Quality Assurance harus menyampaikan ketidaksesuaian yang telah ditemukan pada level manager dalam sebuah meeting dengan mempresentasikan dan melakukan pembahasan bersama. 

3. Masih malas membaca? Jangan harap.

Image: pexels.com

Sebagai panutan dan partner unit bisnis, tentunya Quality Assurance harus menguasai setiap ketentuan yang ada. Quality Assurance harus mengetahui semua alur dan proses kerja dari berbagai jenis jabatan di unit bisnis. Karena itu, Quality Assurance dituntut untuk senantiasa melakukan update pengetahuan dan peraturan terbaru yang berlaku. Quality Assurance perlu membaca dan memahami semua job desk staff maupun manager. Jadi jangan malas malas buat membaca ya.

4. Memiliki kemampuan problem solving.

Image: pixabay.com

Masalah dalam unit bisnis selalu berbeda-beda. Selalu ada saja hambatan yang membuat unit bisnis sulit mengatasi nya. Quality Assurance harus memberikan masukan dan rekomendasi kepada unit bisnis untuk memecahkan masalah tersebut agar resiko yang ada dapat diminimalisir.

5. Memiliki rasa penasaran dan kecurigaan yang tinggi.

Image: pixabay.com

Setiap masalah yang ada tidak dapat dibiarkan begitu saja. Perlu adanya penelusuran dan tindak lanjut untuk mendeteksi penyebab terjadinya. Karena itu Quality Assurance harus memiliki kepekaan dan rasa penasaran yang tinggi untuk menemukan sumber masalah.

6. Senang berpetualang.

Image: pexels.com

Hidup nomaden dan berpindah-pindah setiap bulannya sudah biasa. Jika kamu tidak suka melakukan perjalanan jauh dan tidak bersedia ditempatkan di luar daerah domisilimu, maka Quality Assurance tidak cocok denganmu. Setiap periode Quality Assurance diharuskan untuk mengunjungi unit bisnis di berbagai lokasi. Setidaknya Quality Assurance harus melakukan perjalanan dinas selama 2 minggu. Kamu harus terbiasa hidup mandiri dan tinggal di kosan. 

7. Memiliki kemampuan olah data dan komputer yang baik.

Image: pixabay.com

Gak heran lagi dengan hal yang satu ini. Setiap pekerjaan pun perlu memiliki keterampilan yang satu ini. Dalam melakukan pemeriksaan Quality Assurance harus memeriksa data dan transaksi selama 6 bulan terakhir. Kebayang kan seberapa banyak jumlah data yang ada? Setidaknya kamu harus bisa melakukan pivot data, filter, vlookup dan hlookup, sort by, len, if maupun duplicate. Selain excel, Quality Assurance juga perlu menguasai kemampuan dalam mengoperasikan word dan powerpoint untuk membuat laporan setiap bulannya.

8. Detail, kritis dan teliti.

Image: pixabay.com

Dalam melakukan pemeriksaan dokumen, aktivitas maupun transaksi pada unit bisnis tentu saja diperlukan ketelitian agar tidak ada yang terlewat. Terutama dalam melakukan pemeriksaan terhadap validitas dokumen, kelayakan nasabah maupun cctv pada area unit bisnis. 

Nah itulah beberapa hal yang harus dimiliki oleh seorang Quality Assurance atau Internal Control Staff pada perusahaan pembiayaan. 

Semoga bermanfaat..

Tuesday, June 16, 2020

Mengenal Apa Itu Quality Assurance (QA) di Perusahaan Pembiayaan Beserta Tugas dan Tanggungjawabnya

Hai hai..
Dulu pertama kali diterima sebagai Quality Assurance Staff, saya sempat bingung. Saya bingung apa maksudnya dan apa saja tugasnya dalam pekerjaan. Saya berusaha mencari ke artikel lain, tetapi tidak banyak yang menjelaskan terkait Quality Assurance pada perusahaan pembiayaan.

Oleh karena itu, kali ini saya ingin menjelaskan apa saja tugas dan tanggungjawab seorang Quality Assurance (QA) pada perusahaan pembiayaan.

1. Apa itu Quality Assurance?
Berdasarkan arti dari kata per kata "Quality" yang artinya kualitas dan "assurance" yang artinya menjamin, sehingga apabila kedua kata digabung artinya menjadi menjamin kualitas dong?? Hehe.. dalam arti sebenarnya gak berbeda jauh lho, seorang QA dalam perusahaan pembiayaan adalah orang yang dituntut untuk menjamin kualitas unit bisnis dengan menjaga rating audit dan menjadi partner unit bisnis dengan memberikan gambaran kepada unit bisnis mengenai seberapa jauh resiko dan ketidaksesuaian yang ada, agar unit bisnis siap apabila dilakukan pemeriksaan oleh audit internal dikemudian hari.

Menjamin kualitas disini diartikan bahwa unit bisnis telah patuh pada peraturan yang berlaku dan menjalankan semua proses sesuai dengan prosedur. Seorang QA juga dituntut menjamin kompetensi unit bisnis dan bertanggungjawab melakukan pengembangan kompetensi unit bisnis. QA sering disebut sebagai "Polisi Baik" dimana seorang QA bertindak sebagai partner unit bisnis yang berfokus pada pengembangan, perbaikan dan memberikan solusi tanpa memberikan punishment (hukuman).

2. Tugas dan Tanggungjawab Quality Assurance.

a. Internal Control Review.
Seorang QA dalam perusahaan pembiayaan bertugas melakukan pemeriksaan terhadap unit bisnis (internal control review) secara rutin. Pemeriksaan mencangkup beberapa hal, yaitu pemeriksaan terhadap kepatuhan dalam menjalankan aktivitas operasional, pemeriksaan terhadap prosedur atau proses bisnis, pemeriksaan terhadap dokumen bisnis dan pemeriksaan terhadap cash management unit bisnis. Pemeriksaan yang dilakukan berlandaskan pada peraturan perusahaan dan peraturan pemerintah yang berlaku. Artinya seorang QA harus memastikan bahwa semua proses yang dilakukan dan semua dokumen yang digunakan sudah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP), Memo Internal (MI) dan peraturan OJK. QA memastikan tidak terdapat penyimpangan yang disebabkan karena kesengajaan maupun ketidaksengajaan karena kurangnya kompetensi unit bisnis sehingga dapat menyebabkan kerugian finansial maupun non finansial akibat resiko yang ditimbulkan.

b. Mendeteksi adanya ketidaksesuaian proses dan fraud yang mungkin terjadi.
Ketidaksesuaian atau kesalahan yang terjadi akibat kurangnya kompetensi unit bisnis atau ketidaksengajaan seringkali terjadi, tetapi juga tidak menutup kemungkinan apabila kesalahan dilakukan secara sengaja oleh PIC unit bisnis demi kepentingan pribadinya. Melakukan penggelapan uang, tindakan lapping uang, pemalsuan dokumen merupakan salah satu tindakan fraud yang memiliki resiko tinggi. Karena itu QA tidak hanya melakukan pemeriksaan dan menilai ada atau tidak ketidaksesuaian, tetapi juga perlu mencurigai dan menelusuri apabila ada proses yang sangat tidak wajar yang dapat menjurus ke tindakan fraud. 

c. Melakukan diskusi dan konfirmasi.
Kesalahan dan ketidaksesuaian pada unit bisnis tidak begitu saja ditetapkan, perlu adanya konfirmasi secara langsung kepada unit bisnis terkait mengapa proses dapat menyimpang? Mengapa proses kontrol terlewat? Mengapa dokumen belum absah? Dan lain sebagainya. QA perlu melakukan diskusi dengan unit bisnis terkait penyimpangan-penyimpangan yang ada. Hasil konfirmasi inilah yang membantu QA untuk menyimpulkan apakah terdapat proses bisnis yang perlu dipangkas atau diperbaiki untuk meminimalisir resiko. Dalam sesi diskusi inilah unit bisnis dapat menyampaikan hambatan-hambatan yang mereka temukan selama melakukan pekerjaan mereka.

d. Memberikan solusi untuk memecahkan masalah dan mengatasi resiko yang mungkin terjadi.
Hambatan dalam menjalankan aktivitas pada unit bisnis sering kali terjadi. Dari sesi konfirmasi dan diskusi yang dilakukan, QA perlu menampung semua masalah yang ada dan memberikan saran yang harus dilakukan oleh unit bisnis untuk meminimalisir resiko dan mengantisipasi agar tidak kembali terjadi di kemudian hari. Pemecahan masalah dapat berupa perbaikan proses kedepannya atau dengan pelaporan resiko dan membuat proposal penyimpangan yang telah disetujui pihak manajer.

e. Melakukan training dan coaching guna pengembangan kompetensi unit bisnis.
Setelah melakukan pemeriksaan dan konfirmasi pada unit bisnis, dapat simpulkan seberapa banyak ketidaksesuaian yang disebabkan karena human error, proses kontrol yang kurang dan lain sebagainya. Dari ketidaksesuaian tersebut, seorang QA dapat mengidentifikasi bagian mana yang masih terdapat kesalahpahaman dan belum dipahami oleh unit bisnis. Perbedaan persepsi atau penafsiran peraturan sering kali terjadi. Karena itu, seorang QA diharuskan melakukan training maupun coaching dengan tujuan agar kedepannya kesalahan yang sama dapat diminimalisir dan tidak terulang kembali.

f. Melaporkan semua ketidaksesuaian kepada manager yang dikemas dalam bentuk laporan.
Pelaporan ditujukan kepada pihak unit bisnis dan juga pihak manajemen. Pelaporan berupa semua poin ketidaksesuaian yang telah ditemukan beserta analisis penyebab ketidaksesuaian, kemungkinan resiko dan kerugian yang akan timbul dan langkah perbaikan untuk mengantisipasi masalah yang sama timbul dikemudian hari.

g. Melakukan monitoring kepada unit bisnis.
Agar unit bisnis  dapat menyelesaikan dan melakukan semua langkah perbaikan dan saran untuk meminimalisir resiko sesuai dengan tenggat waktu yang disepakati oleh para head dan manager di unit bisnis saat closing meeting. 

Nah itu dia sedikit gambaran terkait tugas dan tanggungjawab seorang QA, tugas dan tanggungjawab tersebut khusus pada perusahaan pembiayaan. Untuk perusahaan manufaktur dan lain sebagainya mungkin terdapat beberapa perbedaan..

Semoga bermanfaat ya,
see you babay..

Tuesday, June 9, 2020

Hari Pertama Kerja Ngapain Aja? Yuk Simak Pengalamanku

Hai hai hai apa kabar semuanya? Semoga baik yah..
Buat kalian yang udah dapet kerjaan dan siap siap buat hari pertama kerja ane ucapin selamat yaaa!! kalian berhasil menghadapi persaingan yang kejaamm.. (dramatisir bangett hhe)

Oke back to the topic, ane mau berbagi pengalaman ane di hari pertama kerja. Hari pertama yang bener-bener pertama setelah lulus kuliah, masih cupu banget sama dunia kerja. Kenapa ane tulis ini? karna ane dulu juga sibuk cari referensi pengalaman orang orang. Biar bisa tau sedikit gambaran kalau orang-orang di hari pertama kerja gimana hhehe.

Jadi satu tahun yang lalu ane diterima kerja disalah satu perusahaan pembiayaan di Indonesia. Ane diterima di posisi Quality Assurance Staff saat itu. Sesuai jadwal seragam yang sudah dikasih oleh HRD, dihari pertama ane pake baju batik. Ane dateng cepet banget, waktu itu janjinya sih jam 09.00. Tapi buat jaga-jaga biar ane gak telat, ane dateng pagi-pagi dan ujungnya? Yuppp ane dateng kepagian dan otomatis lama nunggu di lobi. Tapi hikmahnya ane bisa liat karyawan lain pada seliweran. And you know what? Ane salah kostum dihari pertama kerja!! Mencolok bangett gak tuuh?

Padahal ane sudah riset kecil-kecilan tentang budaya dan gaya kerja disana, tapi masih aja ane kecolongan. Lagian HRD nya kok bisa salah ngasih info gitu (ternyata jadwal seragam itu berlaku untuk head office aja, sementara ane di kantor regional ada ketentuan lain). Mau balik ke rumah jauh banget, jadi ya bodo amat ane tetep pakai tuh batik. 

Hari pertama kerja apa yang dirasain? 
So yang ane rasain pasti gugup, deg degan, takut ini takut itu. Ane takut nanti gak punya temen, makan siang sama siapa, senior killer, dan berasa sendirian. Tidakkkkkk... Pokoknya ekspektasi ane udah kemana mana gitu.

Setelah berapa lama ane nunggu, ane didatengin sama seorang cowok tinggi yang ternyata dia bakal jadi senior ane. Dengan ramah dia ajak ane ke atas, ke ruang para QA duduk. Otomatis ane dengan ramah memperkenalkan diri sama orang sekitar sana.. "perkenalkan saya QA baru disini, mohon bimbingan dan bantuannya ya kak" dan otomatis satu ruangan liatin ane semua dan melempar senyum.

Ane dipersilahkan duduk sama senior dan ditanya apa ane bawa laptop? Ane bilang ane bawa. Apa ane bawa flashdisk? Ane bilang ane bawa. Untung dia gak nanya apa ane bawa TV? Gak gak gak ane bukan toko elektronik!! Lanjuuttt, saat itu juga ane diberi beberapa materi yang harus ane baca dan pelajari. Ane juga dibolehkan bertanya kalau ada istilah yang gak ane ngerti. Ternyata ada 2 orang lagi yang bakal dateng, mereka sama kayak ane.. karyawan baru! Ane excited bangettt karna ane bakal punya temen sepenanggungan.

Terus apa nih yang ane lakuin dari pagi sampe sore? Ane sih cuma tanya-tanya sedikit ke senior tentang garis besar kerjaan ane nanti gimana. 

Udah dikasih tugas belum di hari pertama? 
Belum, ane cuma disuruh baca baca tentang kerjaan dan peraturan perusahaan. Berhubung kerjaan ane menyangkut internal control perusahaan jadi dasarnya harus tau peraturan perusahaan. Kalian harus tau, kegiatan ane ini berlangsung satu bulan setengah. Kebanyang gak tiap hari kerjaan cuma baca aja? Enak kan?

Senior tanya apa aja?? 
Ane ditanyain sedikit tentang hobi dan asal kuliah, gak ada pertanyaan yang sulit kok.

Apa ada partner kerja yang jutek?
Noooo, gak adaaa semuanya baik dan welcome banget. Cakep cakep lagi heheh.

Ekspektasi vs Realita?
Ekspektasi ane tentang kerjaan yang sulit, gak punya temen ternyata gak ada. Disana ane langsung punya temen akrab, kita juga diajak makan bareng sama senior di hari pertama. Senior juga dengan senang hati menjawab kebingungan ane. Ane kira ane bakal kesulitan dihari pertama.. ternyata gak begitu seram seperti yang ane bayangkan lho..

Jadi buat kalian yang sekarang sedang worry bangettts karna harus hadepin hari pertama kerja, saran dari ane sih santai aja kok tenangin diri kamu, nervous itu wajarrr banget, gugup dan canggung juga wajar.. itu biasa dihari pertama, nanti seminggu kerja kamu udah mulai terbiasa dan gak takut lagi kok.. 

Ekspektasi kita kadang terlalu gede tapi ternyata setelah dijalani ternyata biasa aja lohh.. 

Hehhe so semangat ya buat kalian, ane doakan di hari pertama kerja kalian bisa lancar jayaa dan bisa dapet partner kerja yang asik jugaa.

See you babay yaah
...

Saturday, June 6, 2020

Tidak Lolos Universitas Negeri? Ini Alasan Kenapa Kuliah Tidak Harus di Universitas Negeri

Hai hai hai..
Dari sekian lama ane vakum dari blog ini, sampai blog ini berdebu dan tak berpenghuni (halah lebayy). karena sekian lama sibuk sama dunia perkuliahan dan pekerjaan yang lumayan menyita waktu. Dan akhirnyaaaa hari ini ane bisa balik lagi buat menuangkan cerita dan pengalaman (manis, asem, pahit) ane cyin..

Berhubung ini udah bulan juni, dan temen temen semua udah pada lulus lulusan ya kannns.. congrats buat kalian yang udah lulus ya, bersiaplah maju dan persiapkan senjata untuk menapaki kehidupan yang kejam hahah (dramaaa).

Berhubung masih pandemi gini, kalian pasti galau nih harus kuliah atau enggak ya kan? Secara pembelajaran sekarang cuma ngandelin sistem online yang mungkin kurang efektif masuk ke otak mahasiswa kali yahh. Buttt, terlepas dari semua itu ane yakin selepas SMA beberapa diantara kalian pada pengen lanjut kuliah ya kannn, pasti banyak nih diluar sana temen temen yang pinginnnn bingittt buat kuliah di universitas negeri yang unggul dan wooooww. Kenapa harus negeri, alasannya sih banyak, karena kualitas pendidikannya, gedungnya, popularitasnya, atau biar bisa dibanggain gituuu. Biar keliatan woww gitu dan mungkin biar pas cari kerja lebih diutamain kali yahh.. hehehe

Sama sih kaya ane, ane gak munafik dulu ane juga pengennn bingitts masuk universitas negeri, dan ane sampe nangisssss gulingg guling pas tau ane gak lulus (norakk ya).. ya pemikiran ane dulu masih cetek banget sih, ane dulu mikir kalau di universitas negeri ane bisa segala galanya gitu.. ane dulu gak sedikitpun lirik universitas swasta. Akhirnya harapan ane buat kuliah pupus, ane milih buat cari kerja aja dari pada kuliah. Ane bahkan mikir buat coba tes lagi di universitas negeri atau kedinasan di tahun depannya.

Sampai ketika ane sadar, waktu ane ikut seleksi kerja di salah satu bank terbesar di Indonesia. Ane dengan pengalaman nihil, cuma lulusan sma swasta, baju seadanya nekat ikut seleksi. Singkat cerita ane sama temen ane ikut. Waktu itu prosesnya sih one day selection gitu, jadi seleksi dilakuin dari pagi ampe ke sore dan sore udah bisa tau kita lulus apa enggak..

Disana ane bersaing dengan ratusan orang dari berbagai latar belakang yang berbeda. Ada yang lulusan sma dan ada yang lulusan sarjana. Ane juga udah sempet kenalan sama mereka. Ane takjub denger mereka ternyata alumni universitas negeri semua (universitas yang ane incerrrr) dan berbagai latar belakang jurusan yang berbeda. Ane sempet down gitu, gak pede karena mikir ane cuma lulusan sma swasta. Apa ane sanggup bersaing sama sarjana universitas negeri populer??

Tahap demi tahap ane lakuin, dan Alhamdulillah ane merupakan salah satu kandidat terpilih.. anee lolosss temen temen, ane yang cuma lulusan sma lulus seleksi bank.. sementara, mereka yang lulusan universitas negeri? Sayangnya belum ..

Jadi dari pengalaman ane, ane mau tunjukkin, ane mau buka pandangan kalian. Swasta atau negeri tempat kita kuliah, kita tetep bisa bersaing dengan mereka kokk. Jangan pernah pupus kayak ane dulu yah.. jangan takut susah dapet kerja. Kita tetep bisa bersaing, yang menentukan itu kualitas diri kita sendiri dan yang paling penting jangan lupa terus berdoa..

Yakin aja disaat kamu gak bisa kuliah di universitas negeri, kamu tetep bisa berprestasi. Hikmahnya ane lebih mudah berprestasi, ikut perlombaan, jadi tutor, dosen juga gak killer bangett jadi skripsi ane bisa lancar jaya hehehe itu hikmahnya..

Dan sekarang? Ya ane juga udah kerja disalah satu perusahaan Pembiayaan terbesar di Indonesia. Dalam waktu 1 bulan setelah wisuda ane udah diterima kerja. Jadi bagi kamu yang kuliah di universitas swasta jangan gengsi ya. Berbanggalah kamu bisa dapet kesempatan untuk kuliah yang gak dirasain semua orang yang menginginkan nya lhoo..

Gak salah ketika kamu "ingin" kuliah di universitas negeri yang segala galanya. Namun ketika gagal atau mungkin kenyataan tidak mendukung keinginan kita. Jangan pupus dan terima dengan lapang dada. Jangan menghabiskan waktu untuk mencoba hingga bertahun tahun dan menunda kuliah. Jadi jangan menyesal dan malu ya, kita bisaa kok. Apa gak boleh sedih? Boleh kok tapi jangan lama lama dan gak boleh terus merasa minder.. okehhh???

Tetep semangat buat kejar prestasi yaaa dan semoga pengalaman hidup ane ini bermanfaat buat kalian..

See you babayyy.. 

Monday, June 6, 2016

Anak IPA?? Ingin ambil jurusan akuntansi? Jangan ragu!!

Anak IPA Ingin ambil jurusan akuntansi


hay hay hay ....udah bulan Juni... Gak kerasa bentar lagi ane udah mau UAS nihhh... dan gak kerasa bentar lagi ane jadi kakak tingkat (suit suit).. ehehe ane jadi ingat gimana masanya bergalau ria menentukan jurusan yang mau dipilih waktu itu.. ya berhubung bakal jadi bekal buat kedepannya ya kannn... jadi harus dipertimbangkan dengan masak-masak (caelaahh lebay).

Nah dari pengalaman ane, ane ingin berbagi sedikit pendapat nih buat kalian yang ingin lanjutin kuliah tapi masih bergalau ria dan gk ada ujungnya... and kali ini ane mau bahas tentang anak ipa yang ingin masuk ke jurusan akuntansi nih.. apakah jurusan ipa bisa masuk akuntansi? jawabannya tentu bisa dong!

Jadi anak ipa memang membanggakan, tapi bukan berarti anak ips itu jelek.. anak ips itu pintar dalam hafalan lho (salah satu kelemahan ane) dan ipa pintar dalam analisa, dan menurut ane anak ips itu keren... karena mereka kuat menghapal materi bejibun (yang sekarang ane rasain berat banget huft)


Masing masing jurusan punya kelebihan dan kekurangan.. salah satu  keistimewaan anak ipa itu yaitu bisa milih jurusan apapun yang di mau meskipun itu jurusan ips waktu kuliah nanti, tetapi berbanding terbalik sama anak ips yang punya keterbatasan untuk memilih jurusan waktu kuliah nanti (tidak bisa ambil jurusan yang berhubungan dengan ipa). Memang terdengar dikriminatif jurusan sih, tapi itulah adanya karena basic itu penting untuk melanjutkan kuliah .. tapi tak sedikit juga anak ipa yang lebih memilih berubah haluan waktu kuliah guys, contohnya ada mereka yang ingin memilih jurusan akuntansi atau yang lainnya meski sadar bahwa basic mereka dalam ips Cuma di dapat waktu kelas 1 sma, dan itu belum cukup. (termasuk ane lah yahh...rada ngerasa bego’ diawal pertemuan kuliah)


Bagi anak ipa maupun ips, jangan pernah ragu memilih jurusan yang kalian minati, kenali dimana jiwanya kamu, passion kamu.. Meskipun jurusan yang kalian pilih gak sejalan sama jurusan di sma kalian.. apalagi bagi kalian yang suka angka tapi pengen berubah haluan, kalian bisa milih jurusan akuntansi waktu kuliah nanti, kalian jangan pernah takut gak bisa.. soalnya kalian bakkal di ajarin dasar dasarnya di awal semester.. 

Awalnya mungkin anak ips akan lebih unggul, karena mereka udah terbiasa dengan pelajaran dasar akuntansi yang udah mereka dapet waktu di SMA, tapi kalian jangan khawatir, penggunaan logika yang sangat menguras otak yang di dapat anak ipa waktu diSMA akan sangat berguna dalam memahami pengolaan data dan angka dalam akuntansi, tinggal kemauan kalian ja yang harus terus dipupuk.. jangan takut apalagi ragu ya .. inget kalian udah sering berkutat dengan angka angka dengan rumus yang lebih rumit waktu sma.. so, PD aja dan yang penting kalian ada kemauan buat belajar..



Memang banyak  orang bilang, untuk apa sma jurusan ipa tapi waktu kuliah ambil akuntansi (IPS) percuma dounk? Ya salah besar kalau mereka bilang percuma, justru pengasahan logika dan hitung hitungan yang pernah di dapet waktu sma akan mempermudah kita untuk mengerti pengolaan angka dan data yang ada dengan cermat, dan ane udah merasakannya (jadi gak ada yang percuma kok), 

Memang di awalnya ane merasa paling bodoh karena belum begitu mengenal dasar akuntansi yang cukup.. tapi lama kelamaan ane mulai merasakan bahwa tak percuma ane jurusan ipa waktu sma, karena ane sekarang malah lebih mudah memahami pengolaan angka dengan logika yang memeras otak yang dulu sering ane dapat.. dan ane udah terbiasa dengan angka.

Dan akhirnya, allhamdulillah ane bisa akuntansi dengan otodidak dan sedikit bimbingan.. dan ane mulai mencintai pelajaran ini meski tak secinta ane pada pelajaran matematika yang sudah ane cintai sejak smp.. (soulmate ane) wkwk.

Hohohoo jadi, gak selamanya anak ipa harus ke ipa.. ipa bisa aja ke ips.. lebih menantang dan justru semakin banyak pengetahuan yang di dapat.. ya kaaaannn??? Hehe okeh law gitu jangan ragu,, jangan takut dan khawatir gak bisa.. KALIAN PASTI BISA JIKA MAU BERUSAHA....

jadi, apakah kalian tertarik???  (semoga iya) hehe